PKM-K CUKA APEL BERLIAN SEBAGAI OBAT HERBAL PENYAKIT DEGENERATIF PENGANTI OBAT KIMIA
PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
CUKA APEL BERLIAN SEBAGAI OBAT
HERBAL
PENYAKIT DEGENERATIF PENGANTI OBAT
KIMIA
BIDANG KEGIATAN
PKM KEWIRAUSAHAAN
Diusulkan
oleh:
Antonius ;2016120025; 2016
Marta Murni ; 2016120123; 2016
Marta Murni ; 2016120123; 2016
Difa
Alabror ; 2018120112; 2018
UNIVERSITAS
TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2019
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL.............................................................................................i
HALAMAN
PENGESAHAN .................................................................................ii
DAFTAR ISI
..........................................................................................................iii
BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 2 GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
BAB 3 MEODE PELAKSANAAN
BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
DAFTAR
TABEL
Tabel 4.1 – Anggaran
Biaya...................................................................................10
Tabel 4.2 – Jadwal
Kegiatan..................................................................................10
DAFTAR
GAMBAR
Gambar 3.1 – Tahapan
Produksi..............................................................................7
Gambar 3.2 –
Pemilihan dan Pengirisan
bawang Berlian........................................8
Gambar 3.3 – Pemblenderan dan
Pemerasan Cuka Apel Berlian............................8
Gambar 3.4 – Produk dan pemasaran
via Facebook &Instagram...........................9
BAB I PENDAHULUAN
Dikutip
dari Website Departemen Kesehatan Indonesia dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah, Menurut hasil penelitian Global Burden of Disease tahun 2010, Penyakit
Ginjal Kronis merupakan penyebab kematian peringkat ke-27 di dunia tahun 1990
dan meningkat menjadi urutan ke-18 pada tahun 2010. Di Indonesia pada tahun
2013 sebanyak 499.800 penduduk Indonesia menderita penyakit gagal ginjal dan
sebanyak 1.499.400 penduduk menderita Batu Ginjal (Rikesda, 2013).
Dikutip
dari CNN Indonesia pada artikel dengan judul “Ginjal Kronik Tempati Urutan
Ke-dua Setelah Penyakit Jantung”, Kamis, 02/03/2017, Penyakit ginjal kronik
kini menjadi permasalahan serius bagi Indonesia. Data Kementerian Kesehatan
(Kemenkes) menunjukkan jumlah penderita penyakit ginjal di Indonesia menempati
urutan ke-dua setelah penyakit jantung, dengan pertumbuhan hampir 100 persen
dalam kurun waktu 2014-2015.
Terjadinya
gagal ginjal salah satunya juga disebabkan oleh konsumsi obat-obatan kimia
tertentu yang dapat menurunkan fungsi ginjal, dijelaskan pada artikel website
Hellosehat yang berjudul “Beberapa Obat yang Bisa Menyebabkan Kerusakan Ginjal”
dan telah direview oleh dr. Yusra Firdaus lulusan Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia selaku medical editor, obat-obatan yang dapat merusak
ginjal diantaranya; obat anti-inflamasi yang biasa digunakan untuk mengobati
demam, pembengkakan dan nyeri sendi yaitu ibuprofen, celecoxib, naproxen dan
indometasin, kemudian Obat tekanan darah seperti lisinopril, ramipril, captopril, enalapril, candesartan,
losartan dan olmesartan. Obat antibiotik aminoglikosida, sefalosporin,
amfoterisin B, bacitracin, dan vankomisin, dan beberapa obat lainnya seperti Asiklovir,
ranitidine dan omeprazole, cisplatin, carbloplatin, dan methotrexate, Obat
kejang fenitoin dan obat allopurinol yang biasa di konsumsi masyarakat untuk
mengatasi asam urat.
Pada kenyataannya, masyarakat Indonesia sangat mudah untuk mengkonsumsi obat-obatan kimia, yang beberapa diantaranya bisa saja turut berperan dalam kerusakan ginjal mereka, seperti yang paling sering ditemukan pada penyakit-penyakit yang paling umum dirasakan oleh usia-usia produktif seperti Asam Urat, Hipertensi, Kolesterol Tinggi, dan Diabetes, kecenderungannya pasti langsung mencari obat tanpa resep dokter di apotek atau toko obat. Obat-obatan ini bahkan mungkin sering dibawa ke mana saja, saat bepergian, sebagai antisipasi jika merasa sakit.
Di
sisi lain dibandingkan dengan pengkonsumsian obat-obatan kimia tertentu secara
sembrono yang dapat merusak organ ginjal, sebenarnya ada tumbuhan disekitar
kita yang dapat dijadikan sebagai obat bagi berbagai macam masalah kesehatan
kita, yakni Bawang Dayak atau Bawang Berlian, sayangnya khasiat dari tumbuhan
umbi ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat, beberapa masyarakat mungkin
sudah mengetahui atau mengenalnya sebelumnya pada tahun-tahun silam, bahkan di
banyak daerah Bawang Berlian tumbuh liar pada lahan pertanian, dan oleh banyak
petani dianggap sebagai pengganggu sehingga Bawang Berlian yang tumbuh dibuang.
Alasan yang mendasari kami
mendirikan program ini yaitu:
1.
Dari segi Kesehatan.
Dari segi kesehatannya
manfaat
Produk Cuka Apel Berlian
ini untuk
mengatasi banyak masalah kesehatan masyarakat khususnya seperti penyakit asam
urat, hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Karena Produk Cuka Apel
Berlian dibuat dengan bahan-bahan alami yang tidak akan merusak ginjal, justru
sebaliknya menjaga kesehatan ginjal.kebiasaan masyakat sekarang lebih bayak meg-konsumsi
obat-obatan kimia tanpa
memikirkan efek yang terjadi kedepannya. untuk itu dengan hadirnya Produk
Cuka Apel Berlian ini harapannya masyarakat
dapat menjadi lebih sehat.
2.
Dari Segi Riset pasar.
Proposal
PKM-K Cuka Apel Berlian Berlian yang diajukan ke Ristekdikti sudah berdasarkan
hasil riset pasar, dimana Produk Cuka Apel Berlian akan dikenalkan kepada
masyarakat luas, menjadi solusi yang inovatif
dan juga berkelanjutan. Produk Cuka Apel Berlian akan dipasarkan
berdasarkan riset pasar secara studi lapangan dan digital marketing pada google trends dan Facebook Audience Insights,
kemudian akan dipasarkan secara offline, yakni membuka klinik, menjalankan direct selling dan pemasaran secara
daring, terutama pada sosial media Facebook
dan Instagram dan WhatsApp, sehingga brand produk cepat mendapatkan kredeibilitas konsumen, yang akan
meningkatkan prospek pada penjualan Produk Cuka Apel Berlian.
Berdasarkan
buku Khasiat Produk Cuka Apel karya Mark Victor Hansen seorang pakar pertanian
dan pembicara agrobisnis, Produk Cuka Apel alami, organik tanpa proses kimia
bisa disebut sebagai salah satu makanan ibu Alam yang paling sempurna. Terbuat
dari apel segar yang dihancurkan yang kemudian dibiarkan masak secara alamiah
dalam barel-barel kayu, karena tampaknya mendukung fermentasi alamiah. Produk Cuka
Apel alami hendaknya berwarna kecoklatan dan bila diarahkan pada sinar, akan
terlihat formasi tipis substansi yang “seperti jaring laba-laba”. Ketika dicium
cuka apel alami akan terasa aroma yang kuat.
Ni
Luh Indrawati, S.Farm., Apt. lulusan apoteker Fakultas Farmasi, Universitas
Surabaya dan Razimin, S.Si., Apt., Apoteker Rumah Sakit Bhayangkara Polda
Kalimantan Barat, alumnus Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Dalam bukunya
Bawang Dayak Si Umbi Ajaib Penakluk Aneka Penyakit menjelaskan Bawang Berlian,
atau lebih sering dikenal dengan Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr), adalah kekuatan hayati yang terlupakan
tetapi memiliki segudang manfaat bagi kesehatan manusia. Umbi yang berbentuk
seperti bawang merah ini ternyata memiliki khasiat yang berbeda, layaknya
mutiara bagi dunia pengobatan, bahkan memiliki segudang khasiat bagi kesembuhan
beberapa penyakit, tetapi meskipun demikian masih hanya sebagian kecil
masyarakat yang mengetahuinya dan peluang ini masih belum banyak direspon oleh
para peneliti dan perusahaan farmasi.
Bentuk
dari Bawang Berlian hampir menyerupai bawang merah, bentuk umbi Bawang Berlian
berlapis-lapis, umbi Bawang Berlian tidak berbau menyengat dan mengeluarkan zat
yang menyebabkan mata pedih seperti bawang merah. Daun Bawang Berlian seperti
daun ilalang dengan garis-garis yang searah dengan bentuk tulang daun,
menyerupai palem berbentuk pita.
Produk
Cuka Apel Berlian adalah produk inovasi ramuan tradisional yang hadir sebagai
solusi tepat bagi masyarakat, hasil dari perpaduan antara Produk Cuka Apel
Original yang sudah banyak dikenal akan khasiatnya bagi kesehatan manusia,
dengan Bawang Dayak, atau dengan nama lainnya yakni Bawang Berlian yang masih
terdengar asing di masyarakat, tetapi sudah banyak diujikan secara ilmiah dan
empiris, bahkan disebut dengan sebutan “Si Umbi Ajaib”, tebukti dapat membantu
mengatasi berbagai macam penyakit, termasuk diantaranya Asam Urat, Kolesterol
Tinggi, Hipertensi, dan Diabetes.
1.
Laporan Kemajuan, mahasiswa merekam
kemajuan dalam pelaksanaan program PKMK
2.
Laporan Akhir, mahasiswa membuat laporan
akhir yang akan dibutuhkan.
3.
Artikel Ilmiah, dengan adanya program
ini diharapkan mahasiswa mampu menulis sebuah artikel ilmiah (Jurnal Nasional,
Jurnal Internaional)
4. Produk
Usaha, menghasilkan produk baru dari kombinasi Cuka Apel dan Bawang Berlian
yang berkhasiat untuk mengatasi penyakit degeneratif.
BAB 2 GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA.
2.1 – Kondisi Umum Lingkungan
Pada zaman sekarang ini
sudah menjadi kebiasaan masyarakat untuk mengkonsumsi obat-obatan kimia yang
sangat mudah mereka peroleh dari toko-toko obat di dekat lokasi mereka, ketika
mereka merasakan sedikit gejala penyakit maka dalam sebagian besar masyarakat langsung
menanggapi bahwa mereka akan segera membeli beberapa jenis obat-obatan dan
mengkonsumsinya, padahal sebagian besar masyarakat itu sendiri juga mengetahui
bahwa kebiasaan mereka dapat menimbulkan komplikasi kesehatan mereka yang lebih
serius lagi seperti ketika obat-obatan kimia terus masuk dalam tubuh manusia,
maka semakin lama organ ginjal akan mengalami kerusakan yang dikarenakan terus
menerus menyaring zat kimia didalamnya, sehingga terjadilah penyakit gagal
ginjal atau kerusakan ginjal lainnya
2.2 – Gambaran Potensi Sumber Daya
Produk Cuka Apel
Berlian yang berbahan dasar Cuka Apel
dan Bawang Berlian menjadi sebuah potensi yang sangat bagus karena Produk Cuka
Apel Berlian akan menjadi solusi baru bagi masyarakat, menggantikan obat kimia,
yang mana Produk Cuka Apel Berlian jauh lebih aman dan ramah bagi tubuh, karena
dibuat dari bahan-bahan alam, dan sudah terkenal luas sangat berkhasiat bagi
tubuh manusia.
Dari segi harga Produk
Cuka Apel Berlian pun terjangkau, karena bahan baku Cuka Apel dan Bawang
Berlian sendiri mudah didapatkan dan harganya relatif murah, sehingga hampir
seluruh tingkatan masayarakat dapat mendapatkannya, yang harapannya hal ini
dapat membantu merubah kebiasaan masyarakat dalam hal pengkonsumsian obat
kimia, dengan tujuan masyarakat akan menjadi lebih sehat.
2.3 – Peluang Pasar
Produk Cuka Apel
Berlian berpeluang pasar yang sangat bagus, karena bila dilihat dari segi
manfaat, Produk Cuka Apel Berlian bermanfaat untuk kesehatan, yang mana seluruh
manusia membutuhkan kesehatan pada dirinya untuk keberlangsungan hidupnya,
secara empiris, bila kita melihat orang-orang tua pada sebuah perkumpulan Rumah
Tangga (RT) di suatu tempat, pastilah ada orang yang mengeluh menderita
penyakit-penyakit spesialis Cuka Apel Berlian, yakni Asam Urat, Kolesterol
Tinggi, gula darah yang tinggi (Diabetes), dan tekanan darah tinggi
(Hipertensi), maka disini Cuka Apel Berlian akan hadir untuk menjadi solusi
yang paling tepat.
2.4 – Analisis Ekonomi Usaha
Untuk mendirikan suatu usaha diperlukan adanya suatu
analisis ekonomi, khususnya usaha Produk Cuka Apel Berlian ini, maka dari itu
analisis ekonomi tersebut meliputi analisis SWOT yaitu:
2.4.1
– Strength (Kekuatan)
1. Bahan
baku mudah didapatkan
2. Harga
bahan baku relatif murah
3. Bebas
dari bahan pengawet
4. Proses
pembuatan produk mudah
5. Ramah
bagi tubuh
6. Tidak
memilik efek samping berbahaya
7. Aman
dikonsumsi jangka panjang
8. Memiliki
ketahanan produk yang sangat lama
2.4.2 – Weakness (
Kelemahan )
1. Belum
banyak dikenal oleh masyarakat luas
2. Rentan
terhadap penderita asam lambung dan Maag
3. Tidak
diperbolehkan bagi ibu hamil.
2.4.3
– Opportunity (Peluang)
1. Harga
produk yang terjangkau
2. Tidak
ada pesaing dengan produk yang sama
3. Semua
orang membutuhkan kesehatan
2.4.4
– Threat (Ancaman)
1. Munculnya
pesaing
2. Bila
terjadi komplikasi, produk dapat dijadikan sumber masalahnya
Selain
analisis SWOT, analisis biaya pengeluaran, pemasukan dan profit juga sangat
dibutuhkan. Untuk itu maka, analisis tersebut adalah sebagai berikut:
1) Menentukan
Biaya Total
Berdasarkan seluruh komponen kebutuhan produksi yang
telah dirinci (lampiran 2)
2) Menentukan
Harga Pokok
Harga pokok ditentukan berdasarkan metode Full Costing yaitu memasukkan semua
biaya yang digunakan untuk produksi. Dari metode tersebut diketahui Harga Pokok
sebagai berikut:
3) Menentukan
keuntungan yang diinginkan
Keuntungan ditetapkan berdasarkan target titik impas
selama 5 Bulan sehingga ditetapkan keuntungan sebesar Rp. 7.015
4) Menentukan
Harga Jual
Harga jual ditentukan seperti perhitungan berikut:
Harga Jual = Harga Pokok + Keuntungan yang
diinginkan
Harga Jual = 17.985 + 7.015
Harga Jual = 25.000
5) Menentukan
Break Event Point
Break
Event Point (BEP) ditentukan sebagai berikut:
botol
Dari keseluruhan perhitungan tersebut ditentukan
target penjualan tiap hari dengan rumus berikut:
Target penjualan tiap hari = BEP / 1 periode produksi
=
500 (Botol) / 150 (hari)
=
3,3 = 4 (Botol)
Dengan demikian, maka usaha Produk Cuka Apel Berlian ini
merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan karena proses pembuatannya dan
perolehan bahan bakunya yang mudah dengan profit yang sangat besar untuk
fondasi keberlanjutan usaha jangka panjang. Selain itu usaha ini merupakan
usaha yang bergerak dibidang kesehatan yang berarti memiliki pasar yang luas,
sehingga diyakinkan usaha ini bila dijalankan akan menguntungkan.
BAB 3 METODE PELAKSANAAN
3.1 – Teknik Pembuatan Komoditas
Teknik
pelaksanaan program usaha Produk Cuka Apel Berlian ini terdiri dari beberapa
tahap, yaitu (a). Tahap Persiapan Peralatan, (b). Tahap Persiapan Bahan, (c).
Tahap Produksi. Adapun tahap-tahap tersebut akan dijelaskan pada bagan berikut:
Mempersiakan
Pisau, Wadah Ember, Wadah Tampah, Alat iris, Blender, Kain Halus, dan
Corong
|
Tahapan Persiapan Bahan
|
Mempersiapkan
Bawang Berlian, dan Cuka Apel Original.
|
Tahapan Produksi
|
1.
Pemilihan
2.
Pencucian
3.
Pemblenderan
4.
Penyaringan
5.
Pengemasan
|
Tahap Pemasaran
|
Promosi melalui
media cetak, media televisi (ATV), media online seperti (Facebook, Whatsapp, dan Instagram)
|
Tahapan
Persiapan
Bahan
|
Produk
Siap Dipasarkan
|
Evaluasi dan Monitoring
|
Gambar 3.1
Tahapan produksi
Gambar 3.2 Pemilihan dan Pengirisan bawang Berlian
Gambar 3.3 Pemblenderan dan Pemerasan Cuka Apel
Berlian.
Tahapan
Produksi meliputi:
1. Pemilihan,
Bawang Dayak dipilah-pilah dipakai yang berkualitas baik, kemudian kulit bagian
luar dikupas.
2. Pencucian,
setelah dipilihi dan dikupas kuliat luar, Bawang Berlian dicuci bersih sebanyak
3-5 kali pencucian.
3. Pemblenderan,
setelah dicuci, Bawang Berlian di campurkan dengan Cuka Apel kemudian diblender
dengan takaran 20oz Bawang Berlian dan Cuka Apel 10oz diatas takar Bawang
Berlian.
4. Penyaringan,
setelah semua Bawang Berlian di blender, kemudian disarin menggunakan kain
halus dan diendapkan selama 1x24 jam.
3.2 – Pengemasan Komoditas
Mengetahui
Cuka Apel Berlian merupakan produk cuka, maka produk dikemas dalam Botol Kaca
berisikan 175ml, ditempelkan stiker produk, dan dilapisi oleh plastik sealer.
3.3 – Pemasaran Komoditas
Pemasaran yang dilakukan
untuk memperkenalkan Produk “Cuka Apel Berlian Untuk Kesehatan Anda” ke
konsumen antara lain melalui iklan dan promosi penjualan. Iklan dibuat melalui Leaflet, media cetak, media televisi
(ATV) dan Internet (Faccebook, Whatsapp,
dan Instagram). Promosi penjualan yang dilakukan adalah dengan
menawarkan/menjual produk secara langsung ke konsumen dengan menerangkan
khasyat produk. Agar konsumen lebih tertarik pada produk yang ditawarkan.
Adapun catatan pemasaran produk adalah :
a. Produk
Produk Cuka Apel Berlian dijual dengan
bentuk kemasan botol kaca. Produk akan dijual ditempat perkumpulan ibu/bapak
PKK, mahasiswa, serta orang-orang yang memiliki masalah pada kesehatannya.
b. Harga
produk dijual dengan harga
RP. 25.000
c. Produk
dipromosikan secara langsung kepada konsumen dengan menerangkan khasyat produk.
Serta promosi melalui media cetak, media televisi (ATV), media online seperti (Facebook, Whatsapp, dan Instagram)
Gambar
3.4 Produk dan pemasaran via Facebook & Instagram
BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya
Rekapitulasi anggaran biaya (Tabel 4.1 Anggaran
Biaya)
No
|
Jenis
Pengeluaran
|
Biaya
(Rp)
|
1
|
Perlengkapan
Yang diperlukan
|
3.975.000
|
2
|
Bahan
Habis Pakai
|
1.165.000
|
3
|
Perjalanan
|
880.000
|
4
|
Lain-lain
(Proposal, Jurnal Nasional dan Internasional, Seminar Nasional dan
Internasional, Publikasi (media internet, media televisi (ATV), dan media
cetak)
|
6.480.000
|
Total
|
12.500.000
|
|
4.2 Jadwal Kegiatan
kegiatan
usaha ini kami memerlukan waktu 5 bulan tertera pada tabel dibawah ini: Tabel
4.2 – Jadwal Kegiatan
No
|
Kegiatan
|
Bulan
Ke-1
|
Bulan
Ke-2
|
Bulan
Ke-3
|
Bulan
Ke-4
|
Bulan
Ke-5
|
|||||||||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
1
|
Persiapan Bahan
baku dan peralatan
|
√
|
√
|
ü
|
|||||||||||||||||
2
|
Percobaan
pembuatan produk
|
√
|
|||||||||||||||||||
3
|
Percobaan
pemasaran
|
√
|
√
|
||||||||||||||||||
4
|
pemasaran secara
langsung
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|||||||
5
|
Pemasaran secara
online
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|||||||
6
|
Penulisan laporan
kegiatan usaha
|
√
|
√
|
||||||||||||||||||
7
|
Penulisan jurnal
internasional,prosiding
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|||||||||||||
8
|
Monitoring dan
Evaluasi
|
√
|
√
|
||||||||||||||||||
9
|
Penyerahan
laporan akhir
|
√
|
|||||||||||||||||||
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1 – Biodata Ketua, Anggota dan Dosen pendamping
1.1
– Biodata Ketua
A. Identitas
Diri
1
|
Nama Lengkap
|
Antonius
|
2
|
Jenis Kelamin
|
L
|
3
|
Program Studi
|
Manajemen
|
4
|
NIM
|
2016120025
|
5
|
Tempat dan Tanggal Lahir
|
Seribot,24 oktober 1997
|
6
|
Alamat E-mail
|
|
7
|
Nomor Telepon / HP
|
082351365206
|
B. Kegiatan
Kemahasiswaan yang Sedang/Pernah Diikuti
No
|
Jenis Kegiatan
|
Status dalam
Kegiatan
|
Waktu dan
Tempat
|
1
|
Himpunan Mahasiswa
Manajemen
|
Wakil Ketua
Umum Manajemen
|
Universitas
Tribhuwana Tunggadewi 2018/2019
|
Seminar
Nasional Mahasiswa Mandiri
|
Peserta
|
Universitas
Negeri Malang.
16 Oktober 2016
|
|
2
|
Seminar
Nasional
Program Studi
Manajemen
|
Panitia
|
Universitas
Tribhuwana Tunggadewi
08 Desember
2017
|
3
|
Seminar
Nasional
Fakultas Ilmu
Pendidikan
|
Peserta
|
Universitas
Tribhuwana Tunggadewi
13 Mei 2017
|
4
|
Seminar
Inisiasi Kewirausahan Pemuda XVII
|
Peserta
|
Pendopo
Kabupaten Malang
13 Januari
2018
|
5
|
Simposium
Regional Jawa Timur
|
Peserta
|
Universitas
Muhammadiah Malang
24 Maret 2018
|
6
|
Seminar
Pelatihan Menulis Buku Ilmiah tingkat Nasional
|
Peserta
|
Universitas
Tribhuwana Tunggadewi
02 Mei 2018
|
7
|
Seminar
Nasional Fakultass Ekonomi
|
Panitia
|
Universitas
Tribhuwana Tunggadewi
07 Juli 2018
|
1.4 – Biodata Dosen Pendamping
A. Identitas
Diri
1
|
Nama Lengkap
|
DR. B. Prihatminingtyas, SE., M.AB
|
2
|
Jenis Kelamin
|
P
|
3
|
Program Studi
|
Manajemen
|
4
|
NIP/NIDN
|
19571123 198503 2001 / 0723115701
|
5
|
Tempat dan Tanggal Lahir
|
Malang, 23 November 1957
|
6
|
Alamat E-mail
|
|
7
|
Nomor Telepon / HP
|
(0341) 565500 / (0341) 565522
|
B. Riwayat
Pendidikan
Gelar Akademik
|
Sarjana
|
S2/Magister
|
S3/Doktor
|
Nama Institusi
|
Universitas
Brawijaya Malang
|
Universitas
Brawijaya Malang
|
Universitas
Merdeka Malang
|
Jurusan/Prodi
|
Studi
Pembangunan
|
Manajemen
|
Manajemen
Resiko
|
Tahun
Masuk-Lulus
|
1978 – 1983
|
2001/2002 –
2003/2004
|
2007/2008 –
2010/2011
|
C. Rekam
Jejak Tri Dharma PT
C.1 Pendidikan/Pengajaran
No
|
Nama Mata Kuliah
|
Wajib/Pilihan
|
SKS
|
1
|
Manajemen Sumber Daya Manusia
|
Wajib
|
3
|
2
|
Etika Bisnis
|
Wajib
|
3
|
3
|
Hubungan Industrial
|
Wajib
|
3
|
4
|
Leadership
|
Wajib
|
3
|
5
|
Etika Bisnis
|
Wajib
|
3
|
C.2 Penelitian
No
|
Judul Penelitian
|
Penyandang Dana
|
Tahun
|
1
|
Model
pemberdayaan pedagang pasar tradisional menggunakan konsep lembaga lokal di
kota Malang (Sumber Dana DP2M, anggota peneliti tahun ke 2
|
RISTEK
DIKTI
|
2018
|
2
|
Model pemberdayaan pedagang pasar
tradisional menggunakan konsep lembaga lokal di kota Malang (Sumber Dana
DP2M, anggota peneliti tahun ke 1)
|
DPRM
|
2017
|
3
|
Pengembangan
industri kecil makanan dan minuman olahan berbasis kerakyatan guna
mendukung Ketahanan pangan nasional
|
DP2M
|
2016
|
4
|
Meningkatkan
daya saing dalam mendorong pengembangan industri makanan dan minuman berbasis
kerakyatan menuju good local industry (Ketua peneliti tahun ke 3)
|
DP2M MP3EI lanjutan
|
2015
|
5
|
Model
pemberdayaan pedagang pasar tradisional menggunakan konsep pasar moderen di
kota Malang (Sumber Dana DP2M, anggota peneliti tahun ke 2 )
|
DP2M
|
2015
|
6
|
Meningkatkan
daya saing dalam mendorong pengembangan industri makanan dan minuman berbasis
kerakyatan menuju good local industry (Ketua peneliti)
|
DP2M
MP3EI lanjutan
|
2014
|
7
|
Model
pemberdayaan pedagang pasar tradisional menggunakan konsep pasar moderen di
kota Malang (Sumber Dana DP2M, anggota peneliti tahun ke 1 )
|
DP2M
|
2014
|
8
|
Meningkatkan
daya saing dalam mendorong pengembangan industri makanan dan minuman berbasis
kerakyatan menuju good local industry (Ketua peneliti)
|
DP2M
MP3EI
|
2013
|
9
|
Manajemen
resiko usaha kecil di daerah rawan bencana lahar dingin gunung merapi (Ketua peneliti)
|
Dana
INRA Perancis
|
2011
|
10
|
Perilaku wanita pedagang pasar tradisional dalam memanfaatkan lembaga
keuangan mikro sebagai sumber modal usaha di Jawa Timur (Tahun II, anggota
peneliti)
|
PHB
|
2011
|
11
|
Perilaku wanita pedagang pasar tradisional dalam memanfaatkan lembaga
keuangan mikro sebagai sumber modal usaha di Jawa Timur (Tahun 1, anggota
peneliti)
|
PHB
|
2010
|
12
|
Studi Model Kelembagaan Pengentasan Kemiskinan Melalui Peran Gender Pada Agroindustri Pariwisata
Berbasis Partisipatif Masyarakat Lokal Di Jawa Timur.(Ketua)
|
Strategi
Nasional
|
2009
|
13
|
Pengaruh perilaku usaha kecil terhadap keberhasilan dalam mengelola
agroindustri di Kabupaten Blitar (Ketua)
|
Hibah
Pekerti
|
2007
|
Lampiran 2 – Justifikasi Anggarran Kegiatan (10.3)
1.
Jenis Perlengkapan
|
Volume
|
Harga
Satuan (Rp)
|
Nilai
(Rp)
|
-
Wadah Ember
|
2
|
35.000
|
70.000
|
-
Pisau
|
2
|
10.000
|
20.000
|
-
Wadah Tampah
|
2
|
35.000
|
70.000
|
-
Blender
|
1
|
350.000
|
350.000
|
-
Kain Saring Halus
|
3
|
15.000
|
45.000
|
-
Corong
|
3
|
5.000
|
15.000
|
-
Alat Iris
|
2
|
25.000
|
50.000
|
-
Gunting
|
1
|
10.000
|
10.000
|
-
Serbet
|
3
|
10.000
|
30.000
|
-
Etalase
|
1
|
3.000.000
|
3.000.000
|
SUB TOTAL (Rp)
|
|||
2.
Bahan Habis Pakai
|
Volume
|
Harga
Satuan (Rp)
|
Nilai
(Rp)
|
-
Cuka Apel
|
12
|
20.000
|
240.000
|
-
Bawang Berlian
|
1
|
15.000
|
15.000
|
-
Sticker Produk
|
1
|
10.000
|
10.000
|
-
Plastik
|
1
|
50.000
|
50.000
|
-
Botol Kaca (175ml)
|
43
|
5.000
|
215.000
|
-
Bensin
|
2
|
50.000
|
100.000
|
SUB TOTAL (Rp)
|
|||
3.
Perjalanan
|
Volume
|
Harga
Satuan (Rp)
|
Nilai
(Rp)
|
-
Perjalanan Seminar Nasional
|
4
|
110.000
|
440.000
|
-
Perjalanan Seminar Internasional
|
4
|
110.000
|
440.000
|
SUB TOTAL (Rp)
|
|||
4.
Lain-lain
|
Volume
|
Harga
Satuan (Rp)
|
Nilai
(Rp)
|
-
Proposal
|
2
|
50.000
|
100.000
|
-
Publikasi Internet
|
10
|
50.000
|
500.000
|
-
Publikasi ATV
|
1
|
500.000
|
500.000
|
-
Publikasi Media Cetak
|
1
|
500.000
|
500.000
|
-
Jurnal Nasional
|
1
|
1.000.000
|
1.000.000
|
-
Jurnal Internasional
|
1
|
2.000.000
|
3.000.000
|
-
Seminar Nasional
|
1
|
1.000.000
|
1.000.000
|
-
Seminar Internasional
|
1
|
2.000.000
|
1.000.000
|
SUB TOTAL
|
|||
TOTAL
KESELURUHAN
|
12.500.000
|
||
Lampiran 3 – Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas (10.4)
No
|
Nama
/ NIM
|
Program
Studi
|
Bidang
Ilmu
|
Alokasi
Waktu (jam/minggu)
|
Uraian
Tugas
|
1
|
Antonius
2016120025
|
Manajemen
|
Manajemen
Keuangan
|
21 x 5 = 105
|
1. Bertanggung jawab
Atas
pelaksanaan kegiatan usaha.
2.
membuat
catatan laporan kegiaana usaha,jurnal,Prosiding
dan laporan akhir.
3.
Melakukan
pemasaran komoditas secara
langsung.
|
2
|
Marta
Murni
2016120123
|
Manajemen
|
Manajemen
MSDM
|
21 x 5 = 105
|
1. Memebantu
pelaksanaan
kegiatan usaha.
2.
Membantu
mnyelesaikan laporan kegiatan usaha,jurnal,dan lapoan akhir.
3.
Membantu
pemasaran komoditas secara lagsung.
4.
Melakukan
produksi komoditas.
|
3
|
Difa
Alabror 2018120112
|
Manajemen
|
Manajemen
Pemasaran
|
21 x 5 = 105
|
1. Membantu pelaksanaan kegiatan usaha.
2. Membantu pembuatan laporan kegiatan usaha, jurnal, dan laporan akhir.
3. Melakukan Produksi Komoditas.
4. Uplout Proposal,Laporan Kemajuan,dan lapora akhir.
|
4
|
DR.
B. Prihatminingtyas, SE., M.AB
|
Sekolah Pasca Sarjana
|
Manajemen Risiko
|
21 x 5= 105
|
1.
Evaluasi dan Monitoring kegiatan PKM-K
|

Comments
Post a Comment