PKM-K CUKA APEL BERLIAN SEBAGAI OBAT HERBAL PENYAKIT DEGENERATIF PENGANTI OBAT KIMIA




PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
CUKA APEL BERLIAN SEBAGAI OBAT HERBAL
PENYAKIT DEGENERATIF PENGANTI OBAT KIMIA

BIDANG KEGIATAN
PKM KEWIRAUSAHAAN



Diusulkan oleh: 
Antonius         ;2016120025; 2016 
Marta Murni    ; 2016120123; 2016 
Difa Alabror    ; 2018120112; 2018





UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2019








DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL.............................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................ii
DAFTAR ISI ..........................................................................................................iii
                    
BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 2 GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
BAB 3 MEODE PELAKSANAAN
BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN











DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 – Anggaran Biaya...................................................................................10
Tabel 4.2 – Jadwal Kegiatan..................................................................................10



DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 – Tahapan Produksi..............................................................................7
Gambar 3.2 Pemilihan dan Pengirisan bawang Berlian........................................8
Gambar 3.3 – Pemblenderan dan Pemerasan Cuka Apel Berlian............................8
Gambar 3.4 – Produk dan pemasaran via Facebook &Instagram...........................9


BAB I PENDAHULUAN


Dikutip dari Website Departemen Kesehatan Indonesia dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Menurut hasil penelitian Global Burden of Disease tahun 2010, Penyakit Ginjal Kronis merupakan penyebab kematian peringkat ke-27 di dunia tahun 1990 dan meningkat menjadi urutan ke-18 pada tahun 2010. Di Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 499.800 penduduk Indonesia menderita penyakit gagal ginjal dan sebanyak 1.499.400 penduduk menderita Batu Ginjal (Rikesda, 2013).

Dikutip dari CNN Indonesia pada artikel dengan judul “Ginjal Kronik Tempati Urutan Ke-dua Setelah Penyakit Jantung”, Kamis, 02/03/2017, Penyakit ginjal kronik kini menjadi permasalahan serius bagi Indonesia. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan jumlah penderita penyakit ginjal di Indonesia menempati urutan ke-dua setelah penyakit jantung, dengan pertumbuhan hampir 100 persen dalam kurun waktu 2014-2015.

Terjadinya gagal ginjal salah satunya juga disebabkan oleh konsumsi obat-obatan kimia tertentu yang dapat menurunkan fungsi ginjal, dijelaskan pada artikel website Hellosehat yang berjudul “Beberapa Obat yang Bisa Menyebabkan Kerusakan Ginjal” dan telah direview oleh dr. Yusra Firdaus lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia selaku medical editor, obat-obatan yang dapat merusak ginjal diantaranya; obat anti-inflamasi yang biasa digunakan untuk mengobati demam, pembengkakan dan nyeri sendi yaitu  ibuprofen, celecoxib, naproxen dan indometasin, kemudian Obat tekanan darah seperti  lisinopril, ramipril, captopril, enalapril, candesartan, losartan dan olmesartan. Obat antibiotik aminoglikosida, sefalosporin, amfoterisin B, bacitracin, dan vankomisin, dan beberapa obat lainnya seperti Asiklovir, ranitidine dan omeprazole, cisplatin, carbloplatin, dan methotrexate, Obat kejang fenitoin dan obat allopurinol yang biasa di konsumsi masyarakat untuk mengatasi asam urat.

Pada kenyataannya, masyarakat Indonesia sangat mudah untuk mengkonsumsi obat-obatan kimia, yang beberapa diantaranya bisa saja turut berperan dalam kerusakan ginjal mereka, seperti yang paling sering ditemukan pada penyakit-penyakit yang paling umum dirasakan oleh usia-usia produktif seperti Asam Urat, Hipertensi, Kolesterol Tinggi, dan Diabetes, kecenderungannya pasti langsung mencari obat tanpa resep dokter di apotek atau toko obat. Obat-obatan ini bahkan mungkin sering dibawa ke mana saja, saat bepergian, sebagai antisipasi jika merasa sakit.


Di sisi lain dibandingkan dengan pengkonsumsian obat-obatan kimia tertentu secara sembrono yang dapat merusak organ ginjal, sebenarnya ada tumbuhan disekitar kita yang dapat dijadikan sebagai obat bagi berbagai macam masalah kesehatan kita, yakni Bawang Dayak atau Bawang Berlian, sayangnya khasiat dari tumbuhan umbi ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat, beberapa masyarakat mungkin sudah mengetahui atau mengenalnya sebelumnya pada tahun-tahun silam, bahkan di banyak daerah Bawang Berlian tumbuh liar pada lahan pertanian, dan oleh banyak petani dianggap sebagai pengganggu sehingga Bawang Berlian yang tumbuh dibuang.


Alasan yang mendasari kami mendirikan program ini yaitu:
1. Dari segi Kesehatan.
Dari segi kesehatannya manfaat Produk Cuka Apel Berlian ini untuk mengatasi banyak masalah kesehatan masyarakat khususnya seperti penyakit asam urat, hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Karena Produk Cuka Apel Berlian dibuat dengan bahan-bahan alami yang tidak akan merusak ginjal, justru sebaliknya menjaga kesehatan ginjal.kebiasaan masyakat sekarang lebih bayak meg-konsumsi obat-obatan kimia tanpa memikirkan efek yang terjadi kedepannya.  untuk itu dengan hadirnya Produk  Cuka Apel Berlian ini harapannya masyarakat dapat menjadi lebih sehat.
2. Dari Segi Riset pasar.
Proposal PKM-K Cuka Apel Berlian Berlian yang diajukan ke Ristekdikti sudah berdasarkan hasil riset pasar, dimana Produk Cuka Apel Berlian akan dikenalkan kepada masyarakat luas, menjadi solusi yang inovatif  dan juga berkelanjutan. Produk Cuka Apel Berlian akan dipasarkan berdasarkan riset pasar secara studi lapangan dan digital marketing pada google trends dan Facebook Audience Insights, kemudian akan dipasarkan secara offline, yakni membuka klinik, menjalankan direct selling dan pemasaran secara daring, terutama pada sosial media Facebook dan Instagram dan WhatsApp, sehingga brand produk cepat mendapatkan kredeibilitas konsumen, yang akan meningkatkan prospek pada penjualan Produk Cuka Apel Berlian.


Berdasarkan buku Khasiat Produk Cuka Apel karya Mark Victor Hansen seorang pakar pertanian dan pembicara agrobisnis, Produk Cuka Apel alami, organik tanpa proses kimia bisa disebut sebagai salah satu makanan ibu Alam yang paling sempurna. Terbuat dari apel segar yang dihancurkan yang kemudian dibiarkan masak secara alamiah dalam barel-barel kayu, karena tampaknya mendukung fermentasi alamiah. Produk Cuka Apel alami hendaknya berwarna kecoklatan dan bila diarahkan pada sinar, akan terlihat formasi tipis substansi yang “seperti jaring laba-laba”. Ketika dicium cuka apel alami akan terasa aroma yang kuat.

Ni Luh Indrawati, S.Farm., Apt. lulusan apoteker Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya dan Razimin, S.Si., Apt., Apoteker Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Barat, alumnus Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Dalam bukunya Bawang Dayak Si Umbi Ajaib Penakluk Aneka Penyakit menjelaskan Bawang Berlian, atau lebih sering dikenal dengan Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr), adalah kekuatan hayati yang terlupakan tetapi memiliki segudang manfaat bagi kesehatan manusia. Umbi yang berbentuk seperti bawang merah ini ternyata memiliki khasiat yang berbeda, layaknya mutiara bagi dunia pengobatan, bahkan memiliki segudang khasiat bagi kesembuhan beberapa penyakit, tetapi meskipun demikian masih hanya sebagian kecil masyarakat yang mengetahuinya dan peluang ini masih belum banyak direspon oleh para peneliti dan perusahaan farmasi.

Bentuk dari Bawang Berlian hampir menyerupai bawang merah, bentuk umbi Bawang Berlian berlapis-lapis, umbi Bawang Berlian tidak berbau menyengat dan mengeluarkan zat yang menyebabkan mata pedih seperti bawang merah. Daun Bawang Berlian seperti daun ilalang dengan garis-garis yang searah dengan bentuk tulang daun, menyerupai palem berbentuk pita.

Produk Cuka Apel Berlian adalah produk inovasi ramuan tradisional yang hadir sebagai solusi tepat bagi masyarakat, hasil dari perpaduan antara Produk Cuka Apel Original yang sudah banyak dikenal akan khasiatnya bagi kesehatan manusia, dengan Bawang Dayak, atau dengan nama lainnya yakni Bawang Berlian yang masih terdengar asing di masyarakat, tetapi sudah banyak diujikan secara ilmiah dan empiris, bahkan disebut dengan sebutan “Si Umbi Ajaib”, tebukti dapat membantu mengatasi berbagai macam penyakit, termasuk diantaranya Asam Urat, Kolesterol Tinggi, Hipertensi, dan Diabetes.

1.      Laporan Kemajuan, mahasiswa merekam kemajuan dalam pelaksanaan program PKMK
2.      Laporan Akhir, mahasiswa membuat laporan akhir yang akan dibutuhkan.
3.      Artikel Ilmiah, dengan adanya program ini diharapkan mahasiswa mampu menulis sebuah artikel ilmiah (Jurnal Nasional, Jurnal Internaional)
4.      Produk Usaha, menghasilkan produk baru dari kombinasi Cuka Apel dan Bawang Berlian yang berkhasiat untuk mengatasi penyakit degeneratif.

 


BAB 2 GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA.


2.1 – Kondisi Umum Lingkungan

Pada zaman sekarang ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat untuk mengkonsumsi obat-obatan kimia yang sangat mudah mereka peroleh dari toko-toko obat di dekat lokasi mereka, ketika mereka merasakan sedikit gejala penyakit maka dalam sebagian besar masyarakat langsung menanggapi bahwa mereka akan segera membeli beberapa jenis obat-obatan dan mengkonsumsinya, padahal sebagian besar masyarakat itu sendiri juga mengetahui bahwa kebiasaan mereka dapat menimbulkan komplikasi kesehatan mereka yang lebih serius lagi seperti ketika obat-obatan kimia terus masuk dalam tubuh manusia, maka semakin lama organ ginjal akan mengalami kerusakan yang dikarenakan terus menerus menyaring zat kimia didalamnya, sehingga terjadilah penyakit gagal ginjal atau kerusakan ginjal lainnya

2.2 – Gambaran Potensi Sumber Daya

Produk Cuka Apel Berlian yang berbahan dasar  Cuka Apel dan Bawang Berlian menjadi sebuah potensi yang sangat bagus karena Produk Cuka Apel Berlian akan menjadi solusi baru bagi masyarakat, menggantikan obat kimia, yang mana Produk Cuka Apel Berlian jauh lebih aman dan ramah bagi tubuh, karena dibuat dari bahan-bahan alam, dan sudah terkenal luas sangat berkhasiat bagi tubuh manusia.
Dari segi harga Produk Cuka Apel Berlian pun terjangkau, karena bahan baku Cuka Apel dan Bawang Berlian sendiri mudah didapatkan dan harganya relatif murah, sehingga hampir seluruh tingkatan masayarakat dapat mendapatkannya, yang harapannya hal ini dapat membantu merubah kebiasaan masyarakat dalam hal pengkonsumsian obat kimia, dengan tujuan masyarakat akan menjadi lebih sehat.

2.3 – Peluang Pasar

Produk Cuka Apel Berlian berpeluang pasar yang sangat bagus, karena bila dilihat dari segi manfaat, Produk Cuka Apel Berlian bermanfaat untuk kesehatan, yang mana seluruh manusia membutuhkan kesehatan pada dirinya untuk keberlangsungan hidupnya, secara empiris, bila kita melihat orang-orang tua pada sebuah perkumpulan Rumah Tangga (RT) di suatu tempat, pastilah ada orang yang mengeluh menderita penyakit-penyakit spesialis Cuka Apel Berlian, yakni Asam Urat, Kolesterol Tinggi, gula darah yang tinggi (Diabetes), dan tekanan darah tinggi (Hipertensi), maka disini Cuka Apel Berlian akan hadir untuk menjadi solusi yang paling tepat.


2.4 – Analisis Ekonomi Usaha

Untuk mendirikan suatu usaha diperlukan adanya suatu analisis ekonomi, khususnya usaha Produk Cuka Apel Berlian ini, maka dari itu analisis ekonomi tersebut meliputi analisis SWOT yaitu:
2.4.1 – Strength (Kekuatan)
1.    Bahan baku mudah didapatkan
2.    Harga bahan baku relatif murah
3.    Bebas dari bahan pengawet
4.    Proses pembuatan produk mudah
5.    Ramah bagi tubuh
6.    Tidak memilik efek samping berbahaya
7.    Aman dikonsumsi jangka panjang
8.    Memiliki ketahanan produk yang sangat lama

2.4.2 – Weakness ( Kelemahan )
1.    Belum banyak dikenal oleh masyarakat luas
2.    Rentan terhadap penderita asam lambung dan Maag
3.    Tidak diperbolehkan bagi ibu hamil.

2.4.3 – Opportunity (Peluang)
1.    Harga produk yang terjangkau
2.    Tidak ada pesaing dengan produk yang sama
3.    Semua orang membutuhkan kesehatan

2.4.4 – Threat (Ancaman)
1.  Munculnya pesaing
2.  Bila terjadi komplikasi, produk dapat dijadikan sumber masalahnya

Selain analisis SWOT, analisis biaya pengeluaran, pemasukan dan profit juga sangat dibutuhkan. Untuk itu maka, analisis tersebut adalah sebagai berikut:

1)   Menentukan Biaya Total
Berdasarkan seluruh komponen kebutuhan produksi yang telah dirinci (lampiran 2)



2)   Menentukan Harga Pokok
Harga pokok ditentukan berdasarkan metode Full Costing yaitu memasukkan semua biaya yang digunakan untuk produksi. Dari metode tersebut diketahui Harga Pokok sebagai berikut:
­

3)   Menentukan keuntungan yang diinginkan
Keuntungan ditetapkan berdasarkan target titik impas selama 5 Bulan sehingga ditetapkan keuntungan sebesar Rp. 7.015

4)   Menentukan Harga Jual
Harga jual ditentukan seperti perhitungan berikut:
Harga Jual = Harga Pokok + Keuntungan yang diinginkan
Harga Jual = 17.985 + 7.015
Harga Jual = 25.000

5)   Menentukan Break Event Point
Break Event Point (BEP) ditentukan sebagai berikut:
 botol

Dari keseluruhan perhitungan tersebut ditentukan target penjualan tiap hari dengan rumus berikut:
Target penjualan tiap hari          = BEP / 1 periode produksi
                                                   = 500 (Botol) / 150 (hari)
                                                   = 3,3 = 4 (Botol)

Dengan demikian, maka usaha Produk Cuka Apel Berlian ini merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan karena proses pembuatannya dan perolehan bahan bakunya yang mudah dengan profit yang sangat besar untuk fondasi keberlanjutan usaha jangka panjang. Selain itu usaha ini merupakan usaha yang bergerak dibidang kesehatan yang berarti memiliki pasar yang luas, sehingga diyakinkan usaha ini bila dijalankan akan menguntungkan.

BAB 3 METODE PELAKSANAAN


3.1 – Teknik Pembuatan Komoditas

Teknik pelaksanaan program usaha Produk Cuka Apel Berlian ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu (a). Tahap Persiapan Peralatan, (b). Tahap Persiapan Bahan, (c). Tahap Produksi. Adapun tahap-tahap tersebut akan dijelaskan pada bagan berikut:
Mempersiakan Pisau, Wadah Ember, Wadah Tampah, Alat iris, Blender, Kain Halus, dan Corong

Tahapan Persiapan Bahan

Mempersiapkan Bawang Berlian, dan Cuka Apel Original.

Tahapan Produksi

1.      Pemilihan
2.      Pencucian
3.      Pemblenderan
4.      Penyaringan
5.      Pengemasan

Tahap Pemasaran
Promosi melalui media cetak, media televisi (ATV), media online seperti (Facebook, Whatsapp, dan Instagram)

Tahapan Persiapan
Bahan

Produk Siap Dipasarkan
 Evaluasi dan Monitoring

Gambar 3.1 Tahapan produksi
Gambar 3.2 Pemilihan dan Pengirisan bawang Berlian
                                                                            
Gambar 3.3 Pemblenderan dan Pemerasan Cuka Apel Berlian.


Tahapan Produksi meliputi:
1.      Pemilihan, Bawang Dayak dipilah-pilah dipakai yang berkualitas baik, kemudian kulit bagian luar dikupas.
2.      Pencucian, setelah dipilihi dan dikupas kuliat luar, Bawang Berlian dicuci bersih sebanyak 3-5 kali pencucian.
3.      Pemblenderan, setelah dicuci, Bawang Berlian di campurkan dengan Cuka Apel kemudian diblender dengan takaran 20oz Bawang Berlian dan Cuka Apel 10oz diatas takar Bawang Berlian.
4.      Penyaringan, setelah semua Bawang Berlian di blender, kemudian disarin menggunakan kain halus dan diendapkan selama 1x24 jam.

3.2 – Pengemasan Komoditas


Mengetahui Cuka Apel Berlian merupakan produk cuka, maka produk dikemas dalam Botol Kaca berisikan 175ml, ditempelkan stiker produk, dan dilapisi oleh plastik sealer.

3.3 – Pemasaran Komoditas  

Pemasaran yang dilakukan untuk memperkenalkan Produk “Cuka Apel Berlian Untuk Kesehatan Anda” ke konsumen antara lain melalui iklan dan promosi penjualan. Iklan dibuat melalui Leaflet, media cetak, media televisi (ATV) dan Internet (Faccebook, Whatsapp, dan Instagram). Promosi penjualan yang dilakukan adalah dengan menawarkan/menjual produk secara langsung ke konsumen dengan menerangkan khasyat produk. Agar konsumen lebih tertarik pada produk yang ditawarkan. Adapun catatan pemasaran produk adalah :
a.       Produk
Produk Cuka Apel Berlian dijual dengan bentuk kemasan botol kaca. Produk akan dijual ditempat perkumpulan ibu/bapak PKK, mahasiswa, serta orang-orang yang memiliki masalah pada kesehatannya.
b.      Harga produk dijual dengan harga RP. 25.000
c.       Produk dipromosikan secara langsung kepada konsumen dengan menerangkan khasyat produk. Serta promosi melalui media cetak, media televisi (ATV), media online seperti (Facebook, Whatsapp, dan Instagram)
Gambar 3.4  Produk dan pemasaran via Facebook & Instagram


BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya

Rekapitulasi anggaran biaya (Tabel 4.1 Anggaran Biaya)
No
Jenis Pengeluaran
Biaya (Rp)
1
Perlengkapan Yang diperlukan
3.975.000
2
Bahan Habis Pakai
1.165.000
3
Perjalanan         
880.000
4
Lain-lain (Proposal, Jurnal Nasional dan Internasional, Seminar Nasional dan Internasional, Publikasi (media internet, media televisi (ATV), dan media cetak)
6.480.000
Total
12.500.000    

4.2 Jadwal Kegiatan

kegiatan usaha ini kami memerlukan waktu 5 bulan tertera pada tabel dibawah ini: Tabel 4.2 – Jadwal Kegiatan
No
Kegiatan
Bulan Ke-1
Bulan Ke-2
Bulan Ke-3
Bulan Ke-4
Bulan Ke-5
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Persiapan Bahan baku dan peralatan
 

ü   















2
Percobaan pembuatan produk



















3
Percobaan pemasaran   


















4
pemasaran secara langsung







5
Pemasaran secara online







6
Penulisan laporan kegiatan usaha


















7
Penulisan jurnal internasional,prosiding













8
Monitoring dan Evaluasi


















9
Penyerahan laporan akhir




















LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1 – Biodata Ketua, Anggota dan Dosen pendamping

1.1 – Biodata Ketua                              
A.    Identitas Diri
1
Nama Lengkap
Antonius
2
Jenis Kelamin
L
3
Program Studi
Manajemen
4
NIM
2016120025
5
Tempat dan Tanggal Lahir
Seribot,24 oktober 1997
6
Alamat E-mail
7
Nomor Telepon / HP
082351365206
B.     Kegiatan Kemahasiswaan yang Sedang/Pernah Diikuti
No
Jenis Kegiatan
Status dalam Kegiatan
Waktu dan Tempat
1
Himpunan Mahasiswa Manajemen
Wakil Ketua Umum Manajemen
Universitas Tribhuwana Tunggadewi 2018/2019

Seminar Nasional Mahasiswa Mandiri
Peserta
Universitas Negeri Malang.
16 Oktober 2016
2
Seminar Nasional
Program Studi Manajemen
Panitia
Universitas Tribhuwana Tunggadewi
08 Desember 2017

3
Seminar Nasional
Fakultas Ilmu Pendidikan
Peserta
Universitas Tribhuwana Tunggadewi
13 Mei 2017
4
Seminar Inisiasi Kewirausahan Pemuda XVII
Peserta
Pendopo Kabupaten Malang
13 Januari 2018
5
Simposium Regional Jawa Timur
Peserta
Universitas Muhammadiah Malang
24 Maret 2018
6
Seminar Pelatihan Menulis Buku Ilmiah tingkat Nasional
Peserta
Universitas Tribhuwana Tunggadewi
02 Mei 2018
7
Seminar Nasional Fakultass Ekonomi
Panitia
Universitas Tribhuwana Tunggadewi
07 Juli 2018





            1.4 – Biodata Dosen Pendamping
A.                             Identitas Diri
1
Nama Lengkap
DR. B. Prihatminingtyas, SE., M.AB
2
Jenis Kelamin
P
3
Program Studi
Manajemen
4
NIP/NIDN
19571123 198503 2001 / 0723115701
5
Tempat dan Tanggal Lahir
Malang, 23 November 1957
6
Alamat E-mail
7
Nomor Telepon / HP
(0341) 565500 / (0341) 565522
B.                           Riwayat Pendidikan
Gelar Akademik
Sarjana
S2/Magister
S3/Doktor
Nama Institusi
Universitas Brawijaya Malang
Universitas Brawijaya Malang
Universitas Merdeka Malang
Jurusan/Prodi
Studi Pembangunan
Manajemen
Manajemen Resiko
Tahun Masuk-Lulus
1978 – 1983
2001/2002 – 2003/2004
2007/2008 – 2010/2011

C.                           Rekam Jejak Tri Dharma PT
            C.1 Pendidikan/Pengajaran
No
Nama Mata Kuliah
Wajib/Pilihan
SKS
1
Manajemen Sumber Daya Manusia
Wajib
3
2
Etika Bisnis
Wajib
3
3
Hubungan Industrial
Wajib
3
4
Leadership
Wajib
3
5
Etika Bisnis
Wajib
3

             C.2 Penelitian
No
Judul Penelitian
Penyandang     Dana
Tahun
1
Model pemberdayaan pedagang pasar tradisional menggunakan konsep lembaga lokal di kota Malang (Sumber Dana DP2M, anggota peneliti tahun ke 2

RISTEK
DIKTI

2018
2
Model pemberdayaan pedagang pasar tradisional menggunakan konsep lembaga lokal di kota Malang (Sumber Dana DP2M, anggota peneliti tahun ke 1)

DPRM

2017
3
Pengembangan industri kecil makanan dan minuman olahan berbasis kerakyatan guna mendukung  Ketahanan pangan nasional

DP2M

2016

4
Meningkatkan daya saing dalam mendorong pengembangan industri makanan dan minuman berbasis kerakyatan menuju good local industry (Ketua peneliti tahun ke 3)    
DP2M MP3EI lanjutan

2015
  5
Model pemberdayaan pedagang pasar tradisional menggunakan konsep pasar moderen di kota Malang (Sumber Dana DP2M, anggota peneliti tahun ke 2 )

DP2M

2015
6
Meningkatkan daya saing dalam mendorong pengembangan industri makanan dan minuman berbasis kerakyatan menuju good local industry (Ketua peneliti)
DP2M MP3EI lanjutan

2014
7
Model pemberdayaan pedagang pasar tradisional menggunakan konsep pasar moderen di kota Malang (Sumber Dana DP2M, anggota peneliti tahun ke 1 )

DP2M

2014
8
Meningkatkan daya saing dalam mendorong pengembangan industri makanan dan minuman berbasis kerakyatan menuju good local industry (Ketua peneliti)

DP2M MP3EI

2013
9
Manajemen resiko usaha kecil di daerah rawan bencana lahar dingin gunung merapi  (Ketua peneliti)
Dana INRA Perancis

2011
10
Perilaku wanita pedagang pasar tradisional dalam memanfaatkan lembaga keuangan mikro sebagai sumber modal usaha di Jawa Timur (Tahun II, anggota peneliti)

PHB

2011
11
Perilaku wanita pedagang pasar tradisional dalam memanfaatkan lembaga keuangan mikro sebagai sumber modal usaha di Jawa Timur (Tahun 1, anggota peneliti)

PHB

2010
12
Studi Model Kelembagaan Pengentasan Kemiskinan Melalui  Peran Gender Pada Agroindustri Pariwisata Berbasis Partisipatif Masyarakat Lokal Di Jawa Timur.(Ketua)

Strategi Nasional

2009
13
Pengaruh perilaku usaha kecil terhadap keberhasilan dalam mengelola agroindustri di Kabupaten Blitar (Ketua)
Hibah Pekerti

2007

          Lampiran 2 – Justifikasi Anggarran Kegiatan (10.3)

1.      Jenis Perlengkapan
Volume
Harga Satuan (Rp)
Nilai (Rp)
-          Wadah Ember
2
35.000
70.000
-          Pisau
2
10.000
20.000
-          Wadah Tampah
2
35.000
70.000
-          Blender
1
350.000
350.000
-          Kain Saring Halus
3
15.000
45.000
-          Corong
3
5.000
15.000
-          Alat Iris
2
25.000
50.000
-          Gunting
1
10.000
10.000
-          Serbet
3
10.000
30.000
-          Etalase
1
3.000.000
3.000.000
SUB TOTAL (Rp)

2.      Bahan Habis Pakai
Volume
Harga Satuan (Rp)
Nilai (Rp)
-          Cuka Apel
12
20.000
240.000
-          Bawang Berlian
1
15.000
15.000
-          Sticker Produk
1
10.000
10.000
-          Plastik
1
50.000
50.000
-          Botol Kaca (175ml)
43
5.000
215.000
-          Bensin
2
50.000
100.000
SUB TOTAL (Rp)

3.      Perjalanan
Volume
Harga Satuan (Rp)
Nilai (Rp)
-          Perjalanan Seminar Nasional
4
110.000
440.000
-          Perjalanan Seminar Internasional
4
110.000
440.000
SUB TOTAL (Rp)

4.      Lain-lain
Volume
Harga Satuan (Rp)
Nilai (Rp)
-          Proposal
2
50.000
100.000
-          Publikasi Internet
10
50.000
500.000
-          Publikasi ATV
1
500.000
500.000
-          Publikasi Media Cetak
1
500.000
500.000
-          Jurnal Nasional
1
1.000.000
1.000.000
-          Jurnal Internasional
1
2.000.000
3.000.000
-          Seminar Nasional
1
1.000.000
1.000.000
-          Seminar Internasional
1
2.000.000
1.000.000
SUB TOTAL

TOTAL KESELURUHAN
12.500.000




Lampiran 3 – Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas (10.4)

No
Nama / NIM
Program Studi
Bidang Ilmu
Alokasi Waktu (jam/minggu)
Uraian Tugas
1
Antonius
 2016120025
Manajemen
Manajemen Keuangan
21 x 5 = 105





             
1.    Bertanggung jawab
Atas pelaksanaan kegiatan usaha.
2.   membuat catatan laporan kegiaana usaha,jurnal,Prosiding dan laporan akhir.
3.    Melakukan
pemasaran komoditas secara langsung.
2
Marta Murni
2016120123
Manajemen
Manajemen
MSDM
21 x 5 = 105
1.   Memebantu
pelaksanaan kegiatan usaha.
2.    Membantu mnyelesaikan laporan kegiatan usaha,jurnal,dan lapoan akhir.
3.    Membantu pemasaran komoditas secara lagsung.
4.    Melakukan produksi komoditas.
3
Difa Alabror 2018120112
Manajemen
Manajemen Pemasaran
21 x 5 = 105
1.    Membantu pelaksanaan kegiatan usaha.
2.    Membantu pembuatan laporan kegiatan usaha, jurnal, dan laporan akhir.
3.    Melakukan Produksi Komoditas.
4.    Uplout Proposal,Laporan Kemajuan,dan lapora akhir.
4
DR. B. Prihatminingtyas, SE., M.AB
Sekolah Pasca Sarjana
Manajemen Risiko
21 x 5= 105
1.    Evaluasi dan Monitoring kegiatan PKM-K


Comments

Popular posts from this blog

MENGENAL BUDAYA DAYAK SANGGAU KALIMANATAN BARAT

PERAN PEMUDA DALAM PENGAWASAN DANA DESA