Makalah Prilaku Konsumen
MAKALAH
PENGERTIAN
PASAR DAN TIPE-TIPE SITUASI PASAR
Dosen Pengampu: Fendiyatmi
Kusufa,SE.,MM
Oleh
Kelompok 2 :
1. Anisa Ahmad (2016120022)
2. Antonius (2016120025)
3. Anastasia M.I. Bili (2016120017)
4. Athanasia Jehani (2016120029 )
5.
Bernadete Kaita Lepir (2016120031)
6.
Vibrianti Widiantuti
(2016120188)
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas berkat penyertaan dan
lindunganNya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “ pengertian pasar dan tipe-tipe situasi
pasar” dengan baik dan selesai tepat waktu.
Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses penyelesaian, tetapi kami berhasil menyelesaikan tugas ini.
Pada kesempatan ini, kami menyampaikan banyak
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam penyelesaian penulisan makalah ini. Tak lupa kami menyampaikan terima kasih kepada dosen mata kuliah “perilaku konsumen”
yang telah memberikan materi kepada kami, guna manambah wawasan dan terselesaikannya penulisan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih
sangat jauh dari kata sempurna. Untuk itu, kami memerlukan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga
makalah ini dapat di pahami dan bermanfaat bagi para pembaca.
Malang, 20 Desember 2019
BAB I
PENDAHULUAN
Pasar merupakan kumpulan
konsumen potensial yang memiliki kebutuhan dan keinginan tertentu serta
bersedia untuk turut serta dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau
keinginan tersebut. Pada dasarnya tujuan dalam memasarkan produknya, yaitu bila
perusahaan dapat menjual produknya dengan harga yang menguntungkan pada tingkat
kualitas yang diharapkan, serta mampu mengatasi tantangan dari para pesaing
terutama dalam bidang pemasaran.
Agar konsumen melakukan
pembelian, maka perusahaan harus bisa menerapakan suatu strategi pemasaran yang
sesuai dengan kondisin pasar yang dihadapi.Keberhasilan strategi pemasaran
dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah analisis pasar (market).
Hal ini bertujuan agar target suatu perusahaan bisa berjalan dengan mulus dan
berjalan sesuai yang direncanakan. Dengan memeperdalam mengenai status pasar
dan juga perlu untuk menganalisisnya.
1.2 Rumusan Masalah
1.2 Rumusan Masalah
Sehubungan dengan latar belakang di atas timbul persoalan/masalah yaitu:
1. Apa
yang dimaksud dengan pasar?
2. Bagaimna
menganalisis Pasar?
3. Apa
yang dimaksud Jenis Situasi Konsumen?
Berdasarkan latar belakang
dan rumusan masalah di atas penulisan makalah ini bertujuan:
1. Untuk
Mengetahui apa yang dimaksud dengan pasar serta tipe-tipe pasar
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pasar
Pasar
adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial
dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk
orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat
pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari
perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk
item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar
dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan
setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada
setidaknya satu dari duPa belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran,
jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta
jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa contoh termasuk pasar
petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir, pusat
perbelanjaan dan pusat perbelanjaan, mata uang internasional dan pasar
komoditas, hukum menciptakan pasar seperti untuk izin polusi, dan pasar ilegal
seperti pasar untuk obat-obatan terlarang.
Dalam
ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan
pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran
barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. Pasar peserta terdiri dari semua
pembeli dan penjual yang baik yang memengaruhi harga nya. Pengaruh ini
merupakan studi utama ekonomi dan telah melahirkan beberapa teori dan model
tentang kekuatan pasar dasar penawaran dan permintaan. Ada dua peran di pasar,
pembeli dan penjual. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan
distribusi dan alokasi sumber daya dalam masyarat.
NO
|
TIPE PASAR
|
KONDISI
UTAMA
|
CONTOH
|
1
|
Monopoli Murni
|
Suatu Perusahaan memiliki 100
persen dari pangsa pasar
|
PLN, TELKOM, PAM
|
2
|
Perusahaan yang Dominan (Dominant Firm)
|
Suatu perusahaan yang memiliki 50-100 persen dari
pangsa pasar tanpa pesaing yang kuat
|
Surat Kabar Lokal/Nasional, Microsoft
|
3
|
Oligopoli Ketat
|
Penggabungan 4 perusahaan terkemuka yang memiliki
pangsa pasar 60-100 persen. Kesepakatan diantara mereka untuk menetapkan
harga relative mudah
|
Perbankan local,siaran TV, semen, rokok
|
4
|
Oligopoli longgar
|
Penggabungan 4 perusahaan terkemuka yang memiliki 40
persen atau kurang dari pangsa pasar, kesepakatan diantara mereka untuk
menetapkan harga sebenarnya tidak mungkin
|
Perabot, majalah, obat-obatan, mesin-mesin kecil
|
5
|
Persaingan Monopolistik
|
Banyak pesaing yang efektif, tidak satupun yang
memiliki lebih dari 10 persen pangsa pasar
|
Pedagang eceran, pakaian
|
6
|
Persaingan Murni
|
Lebih dari 50 pesaing yang mana tidak satu pun yang
memiliki pangsa pasar yang berarti.
|
Sapi, unggas, hasil alam
|
Pasar
menurut struktur dibedakan menjadi empat macam yaitu pasar persaingan sempurna,
monopoli, persaingan monopolistik, dan oligopoli.
1.Pasar
Persaingan Sempurna
Pasar
persaingan sempurna disebut juga pasar persaingan murni adalah pasar di mana
terdapat banyak penjual dan pembeli dan mereka sudah sama-sama mengetahui
keadaan pasar.Pasar persaingan sempurna memiliki ciri-ciri berikut ini.
1) Banyak
penjual dan pembeli.
2) Barang yang
diperjualbelikan sejenis (homogen).
3) Penjual
maupun pembeli memiliki informasi yang lengkap tentang pasar.
4) Harga
ditentukan oleh pasar.
5) Semua faktor
produksi bebas masuk dan keluar pasar.
6) Tidak ada
campur tangan pemerintah. Contoh pasar persaingan sempurna antara lain pasar
hasil-hasil pertanian.
2.Pasar
Persaingan Tidak Sempurna
Pasar
persaingan tidak sempurna adalah kebalikan dari pasar persaingan sempurna yaitu
pasar yang terdiri atas sedikit penjual dan banyak pembeli. Pada pasar ini
penjual dapat menentukan harga barang. Barang yang diperjualbelikan jenisnya
heterogen (berbagai jenis barang). Pasar persaingan tidak sempurna mempunyai
beberapa bentuk pasar.
3.Pasar
Monopoli
Pasar
monopoli adalah pasar yang terjadi apabila seluruh penawaran terhadap sejenis
barang pada pasar dikuasai oleh seorang penjual atau sejumlah penjual tertentu.
Pada pasar monopoli terdapat ciri-ciri berikut ini.
1. Hanya ada
satu penjual sebagai pengambil keputusan harga (melakukan monopoli pasar)
2. Penjual lain
tidak ada yang mampu menyaingi dagangannya.
3. Pedagang
lain tidak dapat masuk karena ada hambatan dengan undang-undang atau karena
teknik yang canggih.
4. Jenis barang
yang diperjualbelikan hanya semacam.
5. Tidak adanya
campur tangan pemerintah dalam penentuan harga, contoh: PT Pertamina (persero),
PT Perusahaan Listrik Negara (persero), dan PT Kereta Api (persero).
2) Pasar Persaingan
Monopolistis
Pasar
persaingan monopolistis adalah pasar dengan banyak penjual yang menghasilkan
barang yang berbeda corak. Pasar ini banyak dijumpai pada sektor jasa dan
perdagangan eceran. Misalnya jasa salon, angkutan, toko obat/apotik, dan toko
kelontong.Pada pasar persaingan monopolistik terdapat ciri-ciri berikut ini.
1.
Terdiri atas banyak penjual dan banyak pembeli.
2.
Barang yang dihasilkan sejenis, hanya coraknya
berbeda. Contoh: sabun, pasta gigi, dan minyak goreng.
3.
Terdapat banyak penjual yang besarnya sama, sehingga
tidak ada satu penjual yang akan menguasai pasar.
4.
Penjual mudah menawarkan barangnya di pasar.
5.
Penjual mempunyai sedikit kekuasaan dalam menentukan
dan memengaruhi harga pasar.
3) Pasar
Oligopoli
Pasar
oligopoli adalah pasar yang hanya terdiri atas beberapa penjual untuk suatu
barang tertentu, sehingga antara penjual yang satu dengan yang lainnya bisa
memengaruhi harga. Contoh:perusahaan menjual mobil dan sepeda motor, perusahaan
rokok, industri telekomunikasi, dan perusahaan semen. Pasar oligopoli mempunyai
ciri-ciri berikut ini.
- 1.Hanya terdapat sedikit penjual, sehingga keputusan dari salah satu penjual akan memengaruhi penjual lainnya.
- 2.Produk-produknya berstandar.
- 3.Kemungkinan ada penjual lain untuk masuk pasar masih terbuka.4.Peran iklan sangat besar dalam penjualan produk perusahaan.
2.3. Jenis-Jenis Pasar
Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya. Menurut dari bentuk kegiatannya
pasar dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak
nyata(abstrak). Maka kita lihat penjabaran berikut ini
2.Pasar Abstrak.
Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.
- Pasar Nyata.
2.Pasar Abstrak.
Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.
Jenis pasar menurut cara
transaksinya. Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan
menjadi pasar tradisional dan pasar modern.
1.Pasar Tradisional
Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
2.Pasar Modern
Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.
1.Pasar Tradisional
Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
2.Pasar Modern
Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.
2.4.Analisis
Situasi Pasar
Perubahan
situasi pasar belakang ini banyak disebabkan oleh adanya perubahan kebutuhan
pembeli, teknologi yang semakin berkembang, berubahnya kekuatan sosial ekonomi,
dan kegiatan persaingan antar produsen.Pasar hendaknya ditentukan sehingga
konsumen dan pesaing dapat dianalisis secara tepat. Menurut Kotler (2000),
syarat adanya pasar adalah harus terdapat orang-orang dengan kebutuhan dan
keinginan tertentu dan satu atau lebih produk yang dapat memuaskan kebutuhan
ini. Selain itu, para pembeli juga mau dan mampu membeli produk yang memuaskan
kebutuhan keinginan mereka.
Pasar produk
merupakan produk khusus yang dapat memuaskan sejumlah kebutuhan dan keinginan
manusia yang mau dan mampu membelinya (Cravens, 2000). Istilah produk
menunjukkan produk fisik atau jasa pelayanan. Defenisi ini memadukan manusia
atau organisasi dengan kebutuhan dan keinginan yang hampir sama terhadap suatu
kategori produk yang dapat memuaskan keinginan tersebut.Ada beberapa hal yang
harus diperhatikan dalam menganalisis pasar :
- Luas Pasar
Luas pasar bagi perusahaan tidak selalu berarti
penjumlahan seluruh populasi penduduk. Populasi penduduk tidak selalu berarti
populasi pasar. Populasi pasar (Market population) atau sering disebut sebagai
potensial pasar adalah keseluruhan permintaan terhadap produk tertentu pada
wilayah dan periode waktu yang berbeda pula. Tidak semua potensi permintaan
tersebut mampu dicapai (accesable) atau dilayani oleh industri produk tertentu
(keseluruhan perusahaan sejenis). Dan juga tidak semua total pasar tersebut sesuai
dengan kapasitas total perusahaan maupun tujuan perusahaan, bagi pasar
potensial ini merupakan bagian pasar yang tersedia (available market) bagi
perusahaan. Dari potensi pasar yang tersedia tidak semua permintaannya dapat
dipenuhi oleh perusahaan produk tertentu karena diperlukan beberapa persyaratan
tertentu, misalnya kualitas produk. Sehingga perlu dibedakan lagi pasar yang
tersedia dan sekaligus juga memenuhi persyaratan (qualified available market)
tertentu. Meskipun demikian, bagian pasar yang tersedia tersebut itupun masih
pula diperebutkan oleh pesaing-pesaing perusahaan. Sehingga dapat terjadi,
bagian pasar yang dilayani (served marked) perusahaan akan menjadi kecil. Dan
juga tidak semua bagian pasar yang dilayani akan menjadikan sasaran (target)
pasar bagi perusahaan sesuai dengan kemampuan maupun tujuan perusahaan. Bagi
pasar (target market) yang akan dilayani perusahaan adalah sasaran yang
merupakan rencana penguasaan pasar. Akan tetapi dalam realisasi, dapat terjadi
penguasaan pasar yang dicapai dapat lebih rendah dari rencana. Bagian pasar
yang dapat dikuasai adalah pasar actual yang direalisir. Bagian ini bila
dibandingkan dengan pasar yang dapat dipenuhi oleh keseluruhan industri adalah
kemampuan penguasaan perusahaan atas pasar (market share).
- Analisis Potensi Pasar (Market Share Perusahaan)
Bagian pasar yang mampu dikuasai oleh perusahaan
apabila dibandingkan dengan penjualan seluruh industrinya (total penjualan
perusahaan yang sejenis) dikenal sebagai Market Share. Sehingga dapat dikatakan
bahwa market share merupakan proporsi kemampuan perusahaan terhadap keseluruhan
penjualan seluruh pesaing, termasuk penjualan perusahaan itu sendiri. Tingkat
market share ditunjukan dan dinyatakan dalam angka prosentase. Atas dasar angka
tersebut dapat diketahui kedudukan perusahaan dan juga kedudukan
pesaing-pesaingnya dipasar. Sehingga seringkali tingkat market share dapat
dipergunakan dalam pedoman atau standart keberhasilan pemasaran perusahaan
dalam kedudukannya dengan pesaing-pesaingnya. Market-Share yang merupakan
indikator perusahaan yang mampu menjelaskan tentang :
1.kemampuan perusahaan menguasai pasar.Kemampuan penguasaan pasar dapat dipandang sebagai salah satu indikator keberhasilan. Tujuan perusahaan pada umumnya adalah mempertahankan atau meningkatkan tingkat market share. Sehingga pencapaian tujuan berarti juga dianggap sebagai keberhasilan perusahaan.
2.Kedudukan (posisi) perusahaan di pasar persaingan. Berdasaar tingkat market share, kedudukan masing-masing perusahaan dapat dilakukan urutan atau rangkingnya dalam pasar persaingan. Secara berturut-turut posisi perusahaan dapat dibedakan sebagai : Marker Leader, Challenger, Follower, dan Market Nicher. Perlu memilih dan menentukan perusahaan-perusahaan lain yang dianggap sebagai pesaing perusahaan. Rasio ini, dikenal sebagai Relative Market Share adalah lebih realistis.
1.kemampuan perusahaan menguasai pasar.Kemampuan penguasaan pasar dapat dipandang sebagai salah satu indikator keberhasilan. Tujuan perusahaan pada umumnya adalah mempertahankan atau meningkatkan tingkat market share. Sehingga pencapaian tujuan berarti juga dianggap sebagai keberhasilan perusahaan.
2.Kedudukan (posisi) perusahaan di pasar persaingan. Berdasaar tingkat market share, kedudukan masing-masing perusahaan dapat dilakukan urutan atau rangkingnya dalam pasar persaingan. Secara berturut-turut posisi perusahaan dapat dibedakan sebagai : Marker Leader, Challenger, Follower, dan Market Nicher. Perlu memilih dan menentukan perusahaan-perusahaan lain yang dianggap sebagai pesaing perusahaan. Rasio ini, dikenal sebagai Relative Market Share adalah lebih realistis.
3.Analisis
Lingkungan Eksternal Dan Internal
Analisis
SWOT adalah identifikasi berbagai faktor untuk merumuskan strategi perusahaan.
Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan
(Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat
meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threat). Perencanaan strategis
harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (kekuatan,kelemahan, peluang
dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini. Hal ini disebut dengan analisis
situasi. Model yang paling populer untuk analisis situasi adalah Analisis SWOT
(Rangkuti, 2005:19).Alat yang dipakai untuk menyusun faktor-faktor strategis
perusahaan adalah matriks SWOT atau disebut juga dengan matriks TOWS. Matriks
ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal
yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang
dimilikinya. Matriks ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif
strategis Diagram matriks SWOT.
a. Strategi
SO
Strategi ini
dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh
kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
b. Strategi ST
b. Strategi ST
Ini adalah
strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi
ancaman
c. Strategi
WO
Strategi ini
diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan
kelemahan yang ada.
d. Strategi
WT
Strategi ini
didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensive dan berusaha meminimalkan
kelemahan yang ada, serta menghindari ancaman Analisis SWOT adalah penilaian
terhadap hasil identifikasi situasi, untuk menentukan apakah suatu kondisi
dikategorikan sebagai kekuatan, kelemahan, peluang atau ancaman (Tripomo,
2005:118).
1.Kekuatan
(Strenghts) adalah situasi internal organisasi yang berupa
kompetensi/kapabilitas/sumberdaya yang dimiliki organisasi, yang dapat
digunakan sebagai alternatif untuk menangani peluang dan ancaman.
2.Kelemahan
(Weakness) adalah situasi internal organisasi dimana
kopetensi/kapabilitas/sumberdaya organisasi sulit digunakan untuk menangani
kesempatan dan ancaman.
3.Peluang
(Opportunity) adalah situasi eksternal organisasi yang berpotensi menguntungkan.
4.Ancaman (Threat) adalah situasi eksternal organisasi yang berpotensi menimbulkan kesulitan.Penelitian menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dapat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Kedua faktor tersebut harus dipertimbangkan dalam analisis SWOT.Analisis SWOT memandingkan antara faktor eksternal peluang dan ancaman dengan faktor internal kekuatan dan kelemahan (Rangkuti, 2005:19).
4.Ancaman (Threat) adalah situasi eksternal organisasi yang berpotensi menimbulkan kesulitan.Penelitian menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dapat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Kedua faktor tersebut harus dipertimbangkan dalam analisis SWOT.Analisis SWOT memandingkan antara faktor eksternal peluang dan ancaman dengan faktor internal kekuatan dan kelemahan (Rangkuti, 2005:19).
1. Analisa
lingkungan eksternal
Analisa
lingkungan eksternal berguna untuk merumuskan strategi memanfaatkan peluang
yang ada dan meminimumkan ancaman potensial yang akan dihadapi suatu
perusahaan. David (2000) membagi kekuatan eksternal kedalam lima kategori yaitu
kesadaran ekonomi, kekuatan sosial (termasuk didalamnya budaya, demografi dan
lingkungan). Kekuatan politik, kekuatan teknologi dan kekuatan pesaing.Salah
satu bentuk penelusuran lingkungan eksternal, dapat dilakukan dengan
menggunakan matriks EFAS (Exsternal Factors Strategic Analisys Summary).
Menurut David (1997), matriks EFAS digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor
eksternal. Data eksternal dikumpulkan untuk menganalisis hal-hal yang
menyangkut persoalan ekonomi , sosial , budaya, demografi, lingkungan, politik,
peraturan pemerintah, hukum, teknologi, persaingan di pasar industri dimana
perusahaan berada.
2. Analisa
Lingkungan Internal
Analisa
terhadap lingkungan internal dapat menjadi landasan bagi perusahaan untuk
mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan (Hunger dan Wheelen, 2000). Hal ini
sangat berpengaruh terhadap strategi yang dijalankan perusahaan. Sebagaimana
yang dikemukakan oleh Pearce dan Robinson (1997) bahwa analisa internal adalah
pengertian mengenai pemikiran pencocokan kekuatan dan kelemahan internal
perusahaan dengan peluang dan ancaman yang ada di lingkungan.Dalam penyusunan
analisa lingkungan internal yag menyangkut kekuatan dan kelemahan organisasi,
dapat ditempuh dengan mempergunakan matriks analisa lingkungan internal IFAS
(Internal Factors Analisys Summary) untuk mengidentifikasi faktor strategi
internal. Matriks IFAS digunakan untuk mengetahui faktor-faktor internal
perusahaan berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan, data yang dapat digali dari
beberapa fungsional perusahaan misalnya aspek manajemen, keuangan, SDM,
pemasaran, sistem informasi, dan produksi (David, 1997)
3.1 Kesimpulan
PENUTUP
Analisis Pasar adalah suatu
penganalisaan atau penyelenggaraan untuk mempelajari berbagai masalah pasar.
Analisis pasar akan menyangkut lokasi pasar, luasnya pasar, sifatnya pasar dan
karakteristik pasar.Tingkat frekuensi para konsumen atau para pembeli dalam
membeli suatu barang ditandai dengan sering tidaknya membeli barang dan
tergantung pada tingkat konsumsi barang.
Perilaku nasabah menurut
Bagozzi dan Zaltman adalah tindakan, proses, dan hubungan sosial yang
ditampilkan oleh individu, kelompok, dan organisasi dalam mendapatkan suatu
produk sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk, pelayanan, dan
sumber-sumbernya. Perilaku nasabah menurut Jonh Mowen adalah studi tentang unit
pembelian dan proses pertukaran yang dilibatkan dalam mendapat, mengonsumsi,
dan mengelola barang, jasa, pengalaman, dan ide.
Titik tolak memahami pembeli
adalah model rangsangan –tanggapan seperti yang diperhatikan gambar di atas.
Rangsangan pemasaran dan lingkungan masuk kedalam lingkungan pembeli. Karakter
dan proses pengambilan keputusan pembeli menghasilkan keputusan pembeli
tertentu. Tugas menejer adalah memahami apa yang terjadi dalam kesadaran
pembeli antara datangnya stimulus luar dan keputusan pembeli.
3.2 Saran
3.2 Saran
Demikian makalah yang dapat
kami sampaikan, kami menyadari masih banyak kekurangan dalam hal penulisan
maupun isi makalah. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun kami
harapkan demi kesempurnaan penulisan makalah selanjutnya yang lebih baik.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita. Amin.
DAFTAR ISI

Comments
Post a Comment